Goa Maria Sedangsono

Tersembunyi di kaki Bukit Menoreh, sekitar 45 kilometer di sebelah barat Yogyakarta, Goa Maria Sendangsono adalah salah satu tempat ziarah Katolik paling bersejarah dan khusyuk di Indonesia. Keindahan alamnya yang asri dan sejuk, dengan pepohonan rindang dan mata air yang mengalir, memberikan suasana yang sangat tenang dan damai untuk refleksi dan doa.

Nama "Sendangsono" sendiri memiliki makna yang mendalam. Kata "Sendang" berarti mata air, dan "Sono" adalah nama pohon besar yang dulunya tumbuh di sana, yang berarti "mata air di bawah pohon sono." Awalnya, mata air ini dikenal dengan nama Semagung dan merupakan tempat peristirahatan bagi para biksu yang melakukan perjalanan.

Namun, sejarah Sendangsono berubah pada tanggal 20 Mei 1904, ketika seorang pastor Belanda, Pastor Van Lith, membaptis 173 warga Kalibawang di lokasi tersebut. Peristiwa ini menandai awal mula Sendangsono sebagai pusat ziarah Katolik. Sejak saat itu, tempat ini terus berkembang dan menjadi destinasi penting bagi para peziarah dari seluruh Indonesia.

Salah satu bentuk ibadah yang sering dilakukan di sini adalah Jalan Salib, yang menggambarkan penderitaan Kristus. Jalur ini membentang di antara pepohonan, memungkinkan peziarah untuk merenungkan setiap stasi dalam suasana yang hening. Di sepanjang jalur, peziarah juga bisa menyalakan lilin sebagai simbol doa dan harapan. Goa Maria Sendangsono tidak hanya menawarkan pengalaman spiritual, tetapi juga keindahan alam yang menenangkan. Tempat ini adalah perpaduan harmonis antara iman, sejarah, dan alam, menjadikannya destinasi yang tak terlupakan bagi setiap peziarah dan pengunjung.

Indonesia Tourism: 
Wisata Yogyakarta